ERD: Definisi, Komponen, Simbol Notasi & Tahapan Membuatnya

ERD adalah singkatan dari Entity Relationship Diagram. ERD adalah suatu cabang jenis dari flowchart yang menggambarkan bagaimana ragam entitas data seperti, manusia, objek, dan konsep saling berhubungan dalam satu sistem tertentu. Entity Relationship Diagram umumnya banyak digunakan untuk merancang sebuah database.
gambar erd
Daftar Isi

Taukah anda apa itu ERD (Entity Relationship Diagram)? Teknis pembukuan telah dikenal oleh manusia sejak lama.

Menilik puluhan tahun, pembukuan dilakukan dengan cara manual, melalui kertas, pulpen, dan map-map yang bertumpukan.

Berkembangnya era digital dan teknologi, saat ini memungkinkan manusia dan entitas perusahaan untuk melakukan pembukuan melalui komputer.

Pembukuan tersebut kemudian dikembangkan sedemikian rupa dan melahirkan sebuah keilmuan baru yang dikenal dengan data science. Segala rekam jejak aktivitas manusia dalam dunia digital terekam melalui sebuah data yang terintegrasi. 

Lebih lanjut, perusahaan-perusahaan yang identik dengan pembukuan, seperti sekolah, akuntansi, perpustakaan, sampai koperasi saat ini sedang gencar untuk membuat database.

Database memungkinkan mereka untuk menyimpan dan mengelola data-data pembukuan digital mereka di satu tempat.

Dalam membuat database perusahaan, dianjurkan untuk memperhatikan prinsip ERD. Database haruslah dibuat dengan susunan komponen dan relasi yang jelas agar informasi data dapat tercipta dengan benar. Penyusunan komponen dan relasi inilah yang mendasari prinsip ERD. 

Lantas apa itu ERD? Apa saja model data yang bisa tercipta dari ERD? Dan bagaimana cara membuatnya? Untuk menjawab beberapa pertanyaan diatas, mari simak artikel dibawah ini. 

Apa Itu ERD?

ERD adalah singkatan dari Entity Relationship Diagram. ERD adalah suatu cabang jenis dari flowchart yang menggambarkan bagaimana ragam entitas data seperti, manusia, objek, dan konsep saling berhubungan dalam satu sistem tertentu.

Entity Relationship Diagram umumnya banyak digunakan untuk merancang sebuah database. Tidak hanya itu, tindak lanjut manfaat penggunaan ERD adalah sebagai solusi mutakhir untuk debugging permasalahan pada sebuah database.

Dengan melakukan debugging pada database menggunakan Entity Relationship Diagram, memungkinkan untuk menganalisa permasalahan dengan mudah.

Namun, jika masalah pada database terlalu kompleks seperti memiliki banyak tabel, maka debugging harus dibantu dengan penulisan SQL.

Umumnya organisasi dalam bidang sistem informasi, pendidikan, dan penelitian menggunakan Entity Relationship Diagram sebagai dasar database mereka. 

Model Data ERD

Sebelum merancang database menggunakan Entity Relationship Diagram, terlebih dahulu perlu ditentukan model data seperti apa yang akan digunakan dalam database.

Hal ini akan berdampak pada cara pengembangan sistem. Tidak hanya itu penentuan model data juga menentukan cara dokumentasi dan bentuk arsitektur data. Berikut macam-macam model data ERD adalah:

1. Model Data Konseptual

Model data konseptual adalah data tingkatan terdasar. Model data konseptual memiliki data-data mendasar dan detail di dalamnya.

Data konseptual dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan gambaran jelas mengenai struktur database yang terdiri dari entitas dan relasi dalam ERD. Model data konseptual merupakan dasar pembuatan model data logis. 

2. Model Data Logis

Model data logis adalah ragam model yang dihasilkan dari pengembangan model data konseptual. Model data logis dibuat dengan tujuan untuk menambahkan informasi dalam unsur model konseptual.

Beberapa komponen dalam model data logis diantaranya adalah entitas data master, operasional, dan transaksional. 

3. Model Data Fisik

Model data fisik adalah pengembangan terakhir dari model data logis. Jenis model data ini digunakan untuk merancang database. 

Baca juga : Mengenal Cloud Computing Sebagai Sistem Pengolah Data Melalui Internet

Komponen ERD

Entity Relationship Diagram memiliki 4 komponen utama. Berikut 4 komponen ERD adalah:

1. Entitas

Entitas
Entitas (domainesia)

Entitas adalah objek teridentifikasi unik dan berbeda dengan lainya. Dalam entity relationship diagram, entitas disimbolkan dalam simbol persegi panjang.

Tidak hanya itu, Entity Relationship Diagram juga memiliki jenis entitas lemah. Disebut entitas lemah, karena entitas ini langsung berhubungan dengan entitas lain dan tidak teridentifikasi unik.

Entitas lemah dalam ERD digambarkan dalam simbol persegi panjang kecil yang berada dalam persegi panjang besar. 

2. Atribut

Atribut
Atribut (domainesia)

Atribut adalah kata penjelas atau pendeskripsi karakteristik suatu identitas. Terdapat beberapa atribut yang dimiliki oleh entitas. Berikut atribut-atribut dalam entitas ERD adalah:

a. Atribut Kunci

Disebut juga dengan key attributes, Atribut kunci adalah digunakan untuk menentukan data entitas yang bersifat penting.

Atribut Kunci umumnya ditulis berupa angka atau numerik. Dalam ERD, Atribut kunci dilambangkan dengan simbol lingkaran lorong dengan keterangan bergaris bawah di dalam lingkaran tersebut.

Contoh dari atribut kunci adalah penulisan angka pada entitas nomor KTP, nomor KK, nomor NIM, nomor wajib pajak, dll.

b. Atribut Sederhana

Atribut sederhana adalah atribut pasti yang tidak dapat dipecah dan bernilai tunggal. Atribut sederhana adalah data faktual entitas. Contoh atribut sederhana adalah nama penerbit, alamat kantor, nama perusahaan, dll.

c. Atribut Multi nilai

Atribut multi nilai adalah atribut yang yang tidak bernilai tunggal. Satu entitas memiliki beberapa nilai didalamnya. Atribut multi nilai disebut juga dengan multivalue attributes.

d. Atribut Gabungan

Disebut juga dengan composite attributes, atribut gabungan adalah atribut kecil yang ada dalam atribut besar.

Seperti contohnya, atribut nama, memiliki atribut kecil atau atribut gabungan seperti, atribut nama depan, atribut nama tengah, dan atribut nama belakang. Penggabungan satu klaster nama inilah yang kemudian disebut sebagai atribut gabungan. 

e. Atribut Derivatif

Atribut derivatif adalah atribut turunan bersifat pilihan. Atribut ini dihasilkan dari relasi atribut lain. Atribut derivatif tidak wajib untuk dituliskan. 

3. Relasi

Relasi
Relasi (domainesia)

Komponen berikutnya dalam ERD adalah relasi. Dalam Entity Relationship Diagram, relasi adalah hubungan antara satu atau lebih entitas. Dalam entity relationship diagram, relasi dikenal juga sebagai proses. Komponen relasi dilambangkan dengan lambang belah ketupat. Berikut kateogeri jenis-jenis relasi dalam ERD adalah:

a. One to One

One to One adalah relasi yang dimiliki oleh satu entitas dengan satu entitas lainya.

b. One to Many

Relasi one to many adalah relasi entitas yang dimiliki oleh satu entitas dimana ia terhubung dengan banyak entitas. 

c. Many to Many

Sedangkan relasi entity relationship diagram many to many adalah hubungan banyak entitas dengan banyak entitas lainya.

4. Garis

Garis
Garis (domainesia)

Dalam ERD, selain garis digunakan untuk menunjukkan penghubung relasi antar entitas, garis juga digunakan sebagai penanda aliran entity relationship diagram.

Simbol Notasi dalam ERD

Simbol Notasi
Simbol Notasi (domainesia)

Entitas diwakili oleh persegi panjang. Atribut direpresentasikan dengan elips atau oval. Tipe properti lainnya, misalnya properti kunci, ditandai dengan garis di dalamnya.

Hal ini berbeda dengan sifat komposit yang diwakili oleh lingkaran dan lingkaran lain yang dihubungkan oleh garis lurus. Hal ini menunjukkan bahwa tipe entitas ini terdiri dari sejumlah kecil atribut. Dan jenis turunannya dilambangkan dengan lingkaran putus-putus.

Untuk menggambarkan hubungan, simbol yang umum digunakan adalah berlian atau permen pelega tenggorokan.

Baca juga: Cara Membuat Infografis untuk Mengembangkan Brand Usaha Anda

Tahapan Membuat ERD Sederhana

Untuk membuat Entity-Relationship Diagram, Anda perlu menggunakan berbagai perangkat lunak atau alat (tools) seperti, visual-paradigm, DBdiagram, QuickDBD, dan Lucidchart.

Berikut adalah tahapan yang dapat Anda ikuti dalam membuat ERD:

1. Identifikasi dan Definisikan Entitas yang Digunakan

Langkah pertama Anda adalah menentukan entitas mana yang akan Anda gunakan dalam diagram. Anda dapat memulai langkah ini dengan membuat persegi panjang dan kemudian menulis deskripsi singkat tentang fitur tersebut.

2. Mengidentifikasi dan Menjelaskan Hubungan Entitas

Langkah selanjutnya adalah mencari entitas yang mungkin memiliki hubungan. Anda kemudian dapat membuat garis yang menghubungkan kedua entitas, namun Anda juga perlu menentukan hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya.

Anda dapat menggunakan simbol berlian untuk menggambarkan hubungan. Pada titik ini, Anda juga dapat menjelaskan tipe relasi yang digunakan suatu entitas, apakah relasi one to one, one to many, atau many to many.

3. Tambahkan Atribut yang Diperlukan

Setelah Anda mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antar entitas, Anda dapat menambahkan atribut yang Anda pelajari di artikel ini.

Selain itu, pastikan untuk mengatur atribut key untuk setiap entitas. Simbolkan atribut kunci dengan bentuk oval dan berikan deskripsi simbolnya, ingat untuk atribut kunci deskripsinya ditulis dengan garis bawah.

4. Lengkapi Diagram

Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan untuk menyelesaikan ERD ini adalah menyelesaikan diagram yang Anda buat berdasarkan kebutuhan sistem atau database yang Anda buat.

Pada titik ini, Anda harus ekstra hati-hati untuk memeriksa komponen, simbol, dan deskripsi yang salah atau membingungkan.

Setelah memahami lebih lanjut mengenai apa itu ERD, perusahaan dapat merancang database dengan penyusunan komponen yang baik.

Hal ini tentu akan memudahkan kinerja perusahaan ataupun organisasi dalam mengelola dan menyimpan database.

Sekawan Studio menyediakan paket jasa pembuatan website profesional dan UMKM untuk membantu meningkatkan visibilitas situs di Google

Bagikan:

Tampilkan lebih Banyak Rekomendasi Topik.

Dapatkan informasi dan notifikasi update artikel terbaru dari kami, untuk menambah pengetahuan seputar dunia teknologi.

Mulai Proyek!

Tentukan paket pilihan sesuai dengan bisnis Anda.

Informasi Personal