Kepemilikan Copyright Peningkat Kredibilitas Perusahaan Digital.

Dengan kepemilikan hak cipta, sebuah perusahaan dapat melakukan klaim atas segala upaya peniruan karya, plagiarisme, penjiplakan ide, yang berkaitan erat dengan dunia persaingan dalam industri kreatif. Mengingat dalam dunia kreatif, tidak akan pernah ada hal baru.
gambar copyright
Table of Contents

Dalam kalender tahunan, pernahkah anda menjumpai sebuah perayaan hari Kekayaan Intelektual?  Bagi dunia bisnis, kekayaan intelektual sebenarnya merupakan hal penting yang harus dimiliki dan diperhatikan oleh setiap perusahaan. Apalagi dalam sektor bisnis kreatif, hal ini sangat berkaitan erat dengan aset-aset kecil kepemilikan individu dalam penggunaan dan pengembangan produk atau layanan jasa. Dalam bisnis digital, jenis kekayaan intelektual yang digunakan adalah copyright. Nama lain copyright adalah hak cipta. 

Tingkat kepedulian atau awareness berbagai perusahaan dalam memandang kekayaan intelektual masih sangatlah minim. Padahal hal semacam ini sangat berpengaruh besar dalam menjaga kredibilitas perusahaan. Di Indonesia segala permasalahan, perizinan, dan regulasi soal hak kekayaan intelektual diorganisir dan diatur serta dikoordinasikan oleh DJKI atau yang merupakan singkatan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Lantas apa itu kekayaan intelektual?

Apa Itu Kekayaan Intelektual?

Kekayaan intelektual adalah kategori kepemilikan properti yang mencakup kreasi tak berwujud benda dari kecerdasan manusia. Dalam dunia sains, humaniora, dan sains pastilah anda pernah mendengar hal yang kita sebut dengan hak paten. Sebagai contoh, hak paten adalah salah satu produk jenis dari kekayaan intelektual. Hak paten adalah kepemilikan eksklusif atas penemuan ataupun penelitian dalam bidang teknologi, sains, serta humaniora untuk selama waktu tertentu. 

Hak paten dan Hak cipta merupakan dua hal yang berbeda jika dilihat dari bidang kerja atau bidang kreasi yang diberlakukan. Namun, keduanya tetap saja merupakan bagian dari kekayaan intelektual. Lantas apa itu copyright atau hak cipta?

Apa Itu Copyright?

Hak cipta atau Copyright adalah bagian dari kekayaan intelektual dengan ruang lingkup objek paling luas. Objek terlindungi dalam copyright adalah mencakup ilmu pengetahuan, seni, sastra, sampai pemrograman komputer. Perkembangan teknologi, perekonomian kreatif, serta bisnis digital menjadikan copyright atau hak cipta sebagai hal penting yang harus diperhatikan dan dimiliki oleh setiap perusahaan kreatif dan perusahaan digital. 

Dengan kepemilikan hak cipta, sebuah perusahaan dapat melakukan klaim atas segala upaya peniruan karya, plagiarisme, penjiplakan ide, yang berkaitan erat dengan dunia persaingan dalam industri kreatif. Mengingat dalam dunia kreatif, tidak akan pernah ada hal baru. Segala penciptaan karya akan diciptakan atas dasar referensi penciptaan karya sebelumnya. Maka modal utama dalam kreativitas adalah mengelola kekayaan referensi dalam karya autentik sebagai aset yang memiliki hak cipta. 

Dalam dunia kreatif, telah banyak dijumpai permasalahan besar terkait pelanggaran hak cipta. Tentu hal seperti ini dapat mencelakakan bisnis perusahaan. Oleh sebab itu kehati-hatian dalam perilisan karya, pertahanan akan autentisitas dan ide perlu saling dipertanggung jawabkan demi menghindari hal semacam ini. 

Contoh Kasus Pelanggaran Copyright

Salah satu contoh kasus pelanggaran copyright atau hak cipta sedang hangat terjadi dalam dunia digital adalah perseteruan copyright antara SAMSUNG dan APPLE. Pada awalnya Apple melayangkan tuntutan atas anggapan pelanggaran hak cipta oleh Samsung. Apple berasumsi dengan beberapa bukti, bahwa Samsung telah melakukan penjiplakan mentah-mentah teknologi iPad dalam wujud Galaxy Tab. Tuntutan dari Apple kepada Samsung membuahkan hasil dengan dilarang beredarnya produk Samsung di Eropa. 

Lantas dengan hal itu, Samsung melayangkan juga tuntutan kembali kepada Apple. Bekerja sama dengan HTC dan Google, Samsung melayangkan tuntutan kembali kepada Apple dengan anggapan telah melakukan pelanggaran hak cipta melalui penjiplakan konten sistem operasi Android di produk iPhone. Seperti yang kita ketahui sistem operasi Handphone android adalah sistem operasi yang hak cipta-nya dimiliki oleh Google. Lantas, Samsung dan HTC sebagai perusahaan produsen Handphone membeli lisensi atas sistem operasi Android agar dapat menggunakan hak cipta andorid dalam produk mereka. 

Berbeda dengan Apple, sedari awal Apple telah mencoba membuat sistem operasi sendiri. Tetap saja inovasi sistem operasi Apple dengan segala fitur yang ada didalamnya tetap dinilai sama dengan sistem operasi buatan Google. Hal ini dikarenakan Google adalah perusahaan pertama yang membuat sistem operasi semacam ini. Memanglah Mac dan Andorid memiliki kesamaan fitur dalam beberapa teknologinya. Hal ini pun sebenarnya tidak menimbulkan permasalahan antara Google dan Apple. Namun, ketika Apple melakukan tuntutan kepada Samsung, hal inilah kemudian yang menimbulkan aksi saling tuntut hak cipta terjadi. 

Rangkaian kasus diatas merupakan bukti bahwa hak cipta atau copyright merupakan hal penting. Hal ini tentu berdampak penting terkait kredibilitas inovasi sebuah perusahaan. Apalagi kalau perusahaan tersebut bergerak dalam bidang kreatif. 

Perbedaan Copyright vs Trademark, dan Hak Paten

Copyright, Trademark, dan Hak Paten adalah bagian dari kekayaan intelektual. Namun cakupan perlindungan tentu berbeda. Copyright adalah identik dengan perlindungan atas karya autentik yang diciptakan. Hak Paten adalah identik dengan perlindungan atas penemuan, teori, dalam bidang teknologi, ilmu sains dan humaniora. Sedangkan Trademark adalah perlindungan akan identitas intelektual. 

Trademark dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Merek Dagang. Setiap Brand Perusahaan, atau setiap identitas perusahan pastilah memiliki Merek Dagang. Merk Dagang atau Trademark adalah kekayaan intelektual dan autentitas dalam identitas berupa nama atau simbol (logo) yang diasosiasikan dengan produk atau jasa tertentu. Pemilik merek dagang atau trademark dapat berupa individu, organisasi bisnis, atau badan hukum apa pun. Merek dagang atau trademark dapat ditemukan pada kemasan, label, voucher, atau pada produk itu sendiri. 

Baca juga :
Apa itu Branding, Jenis dan Pentingnya dalam Bisnis
Mengenal Apa itu Desain Grafis Beserta Ruang Lingkup Kerjanya

Contoh Karya Copyright

Dalam lebih jelas mengenai tentang copyright atau hak cipta, dibawah ini akan dijelaskan beberapa kategorisasi karya yang dapat dilindungi atau diklaim sebagai copyright. Berikut contoh karya copyright adalah: 

1. Karya Tulis Orisinil

Karya pertama yang dapat di copyright kan adalah hasil karya tulis. Hal ini bisa bersangkut pautan dalam berbagai jenis penulisan. Mulai dari karya sastra, seperti puisi, lirik lagu, pantun, cerita pendek, prosa, novel, naskah film, naskah iklan, naskah drama, dll. Tidak hanya meliputi karya sastra, kategori ini juga mencakup pada tulisan pada buku pengetahuan, tulisan sejarah, tulisan biografi, jurnalisme, dan berbagai bentuk karya penulisan lainya.

2. Karya Non-Tulis Orisinil

Karya non-tulis mengacu pada karya dalam dunia digital komputasi seperti contohnya, aplikasi, software(perangkat lunak), konten website, database, sistem operasi, dll.

3. Rekaman Musik dan Suara

Karya berikutnya adalah karya musik, atau suara. Seperti lagu, album, sound effect, suara pengiring, dan karya musik lainya. Bahkan tidak hanya itu, rekaman suara pidato, ceramah juga merupakan karya yang terkategori dalam karya copyright. 

4. Rekaman Film dan Televisi

Hal seperti judul film, karakter film, setting film, busana film, property film, cerita film, sampai juga pada konsep acara tv, karakter tv, nama judul acara tv, merupakan hal-hal dalam dunia film dan televisi yang dapat dilindungi dalam copyright. 

5. Karya Visual & Grafis

Berikutnya adalah karya seperti logo, desain ilustrasi, pamflet, pola grafis, desain branding, animasi, media interaktif, desain website, desain UI/UX, fotografi, desain 3D, sampai footage aset video merupakan rangkaian karya yang dapat di copyright kan. 

6. Karya Game Digital & Permainan

Berikutnya karya digital seperti game. Berbagai macam game seperti game pada komputer, game konsol, game android, game online, game offline, merupakan hal yang bisa diklaim sebagai copyright. Tidak hanya itu permainan dalam kehidupan nyata tanpa teknologi. Seperti lego, monopoli, atau game dengan bidak adalah salah satu bentuk dari jenis permainan non-digital yang juga dapat di klaim sebagai copyright.

7. Karya Dramatik dan Kesenian Rupa

Karya dramatik yang membutuhkan panggung sebagai pementasan seperti drama, musikal, tarian, merupakan karya kekayaan intelektual yang dapat di klaim copyright. Tidak hanya itu berbagai karya seni rupa mulai dari lukisan pada kanvas, lukisan pada tembok, patung, seni ukir, kaligrafi, kolase, gambar, arsitektur, sampai batik juga termasuk dalam karya copyright. 

Durasi Copyright

Menurut keterangan DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual), durasi copyright ditentukan penuh dengan kategori karya atau jumlah kepemilikan atas karya tersebut. Berikut penjelasan terkait durasi copyright adalah:

1. Perlindungan Hak Cipta: Seumur Hidup Pencipta + 70 Tahun.

Gambar Copyright Walt Disney

Perlindungan copyright atau hak cipta dalam hal ini merujuk kepada sebuah karya yang dibuat dan dipublikasikan secara mandiri oleh pembuat karya tersebut. Seperti contohnya, Walt Disney. Sebagai pembuat sebagai mempublikasi pertama karya animasinya tanpa perantara apapun, Walt Disney memiliki hak copyright atas karya nya berupa karakter Mickey Mouse di seumur hidupnya ditambah durasi 70 tahun pasca kematiannya. 

2. Program Komputer: 50 tahun Sejak pertama kali dipublikasikan.

Karya pemrograman komputer yang dalam pengerjaanya pasti dilaksanakan oleh banyak orang dalam sebuah tim dan memiliki keterkaitan dengan banyak pihak dalam program tersebut, dapat di klaim kepemilikannya selama 50 tahun sejak pertama kali ia dipublikasikan. 

3. Pelaku: 50 tahun sejak pertama kali dipertunjukkan.

Sedangkan, untuk karya dramatik, seperti pertunjukan drama, musikal, tarian memiliki masa 50 tahun untuk dapat diklaim sebagai copyright.

4. Produser Rekaman: 50 Tahun Sejak Ciptaan difiksasikan.

Untuk karya kreatif berupa penciptaan dan perilisan karya musik atau suara yang dirilis oleh produser rekaman, ia memiliki masa klaim selama 50 tahun.

5. Lembaga Penyiaran: 20 tahun sejak pertama kali di siarkan.

Sedangkan untuk lembaga penyiaran yang memiliki program acara televisi, berhak untuk memiliki klaim selama 20 tahun terhadap acara televisi tersebut.

Lantas bagaimana jika masa durasi copyright atau hak cipta tersebut telah habis? Sang pemilik memiliki hak dan kesempatan untuk melakukan perpanjangan klaim atas copyright atau hak cipta yang ia miliki. Jika tidak segera diperpanjang dalam kurun waktu tertentu, maka bisa saja karya tersebut diklaim oleh pihak lain. 

Apakah Bisa Menggunakan Karya copyright Milik Pihak Lain?

Lantas apakah boleh kita menggunakan karya yang telah dilindungi kepemilikanya. Layaknya sebuah kepemilikan atas benda, seperti mobil, handphone atau apapun itu. Sebagai pelaku etis maka diharapkan untuk meminta izin terlebih dahulu dengan pemiliknya kalau ingin menggunakan karya tersebut. Untuk beberapa kondisi dan situasi komersil, banyak ketentuan penggunaan karya copyright harus dibebankan pada kewajiban untuk memberikan royalti. Royalti adalah jumlah harga yang harus dibayarkan ketika suatu pihak hendak menggunakan karya yang telah copyright. Dalam beberapa contoh lain, terdapat ketentuan copyright atau hak cipta yang bisa digunakan secara gratis namun hanya untuk kepentingan personal dan bukan untuk kepentingan komersil. 

Kesimpulan

Setiap perusahaan yang bergerak dalam dunia digital, dimana mereka memiliki aset penting dalam kreativitas digitalnya, sangat diperlukan untuk segera melakukan klaim atas beberapa penciptaan yang pernah dibuat. Hal ini guna menghindari kesalahpahaman dan konflik di masa mendatang, yaitu ketika karya yang kita buat malah dinilai melanggar hak cipta orang lain. Intinya, segala inovasi atas karya dan intelektualitas yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok dalam perusahaan bisnis mempunyai hak untuk dilindungi. Hal ini berkaitan erat dengan upaya mendukung kemajuan kreativitas manusia dalam menciptakan karya. 

Sekawan Studio menyediakan paket jasa pembuatan website profesional dan UMKM untuk membantu meningkatkan visibilitas situs di Google

Bagikan:

Tampilkan lebih banyak rekomendasi topik.

Dapatkan informasi dan notifikasi update artikel terbaru dari kami, untuk menambah pengetahuan seputar dunia teknologi.

Anda mungkin juga menyukai.

Mulai Proyek!

Tentukan paket pilihan sesuai dengan bisnis Anda.

Informasi Personal

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.

Hubungi Kami.

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Ingin bergabung dengan program kami?

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.