Penggunaan dan Pentingnya Metadata dalam Struktur Website.

Metadata adalah informasi detail dari suatu data yang memuat deskripsi dan nantinya akan digunakan atau dikelola kembali. Fungsi dalam kehidupan sehari-hari yaitu dapat mengidentifikasi data, memantau konten, dan lain-lain.
apa itu metadata
Table of Contents

Metadata adalah istilah yang sering kita dengar, namun banyak orang kurang paham mengenai arti dari kata tersebut. Banyak orang mulai menerapkannya pada bidang multimedia dengan menggunakan bantuan teknologi digital yang ada.

Penggunaannya sudah banyak kita jumpai dalam pengolahan website maupun dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya teknologi terkait. Pada artikel ini akan membahas mengenai pengertian, contoh, jenis dari metadata.

Apa Itu Metadata

Metadata adalah penjelasan terstruktur suatu data yang memuat deskripsi maupun informasi dan akan digunakan atau dikelola kembali. Selain itu, dapat membantu mencari serta mengolah data apapun dengan mudah dan cepat.

Pada umumnya, metadata erat hubungannya dengan website. Seringkali, pengelola website membutuhkan adanya kumpulan data yang dapat mempermudah tujuan bisnis dari laman tersebut. Biasanya hadir dalam bentuk meta tags berupa adanya kata kunci pada isi laman tersebut.

Metadata adalah kumpulan data yang bisa dibuat dengan manual ataupun dengan bantuan dari tools

Jika data berupa teks, maka metadata nya adalah nama ruas (field), panjang, dan tipe fieldnya berupa integer, character, date dan sebagainya. Jika pada gambar, maka informasi dari metadata adalah siapa, kapan dan dimana gambar tersebut diambil.

Fungsi Metadata Dalam Kehidupan

Setelah mengetahui pengertiannya, berikut ini merupakan beberapa fungsi penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi metad

1. Identifikasi Data

Fungsi penggunaan metadata adalah data dapat teridentifikasi sesuai dengan jenisnya dan memberikan karakteristik yang berbeda pada setiap data. Terdapat beberapa kategorisasi data yang dapat diidentifikasi seperti nama file, judul, penulis, nomor referensi file, dan sebagainya.

2. Mencari Konten dengan Mudah

Saat ini kita dapat mencari konten dengan mudah karena penggunaan metada deskriptif di dalam konten. Sistem akan mencatat topik, deskripsi dan kata kunci di dalamnya.

3. Memantau Konten

Adanya metadata dapat memperlancar, mempermudah kegiatan, dan melakukan riset terhadap kompetitor serta perusahaan lainnya. Tim marketing dapat memantau tren atau konten kompetitor untuk melakukan penawaran produk atau jasa kepada pengguna.

Dalam hal ini, contoh metadata adalah rating atau nilai oleh pengguna, saran pencarian dari mesin pencari.

4. Manajemen File

Penggunaannya dapat mengidentifikasi siapa, kapan, di mana dan bagaimana mereka mengakses file tertentu. Fungsi lainnya yaitu sebagai arsip tanggal, izin akses, keamanan, dan pengaturan lainnya.

Contoh Metadata 

Contoh Metadata
© Unsplash

1. Metadata Dokumen Word

Terdiri atas beberapa elemen penyusun informasi atau data, biasanya terletak pada detail file tersebut. Misalnya pada microsoft word berupa title, subject, penulis, date last saved, nama program, tags, dan lain-lain.

2. Metadata File Musik 

File musik juga memiliki beberapa informasi atau data di dalamnya seperti nama artis, nama album, pengarang, genre, tahun rilis dan lain sebagainya.

3. Metadata HTML

Terdiri dari beberapa elemen yang mengandung data maupun informasi di dalamnya, seperti:

a. Title 

Title berfungsi untuk mendeskripsikan judul pada atas halaman. Judul tersebut akan tampak pada tab browser ketika kita membuka laman tersebut. Selain itu, judul juga merefleksikan isi dari konten pada laman tersebut. Contoh kode program adalah <head><title>Pengertian Metadata</title></head>.

b. Meta

Tag meta terdapat dalam deskripsi informasi pada metadata dokumen. Atribut pada elemen tersebut, antara lain:

  • Nama, untuk mendefinisikan author, keywords, theme-color, description, publisher, dan lain sebagainya.
  • Charset, untuk mendeskripsikan karakter dari encoding pada HTML.
  • Http-equiv, memuat mengenai content-security-police, content-type yang sangat berkaitan mengenai header http.

c. Link 

Pada HTML, link digunakan sebagai external resource, dengan menyertakan file css (stylesheet) serta logo pada tab browser yang biasanya berasal dari favicon. Selain itu, kita juga dapat mengambil gambar dari laman luar sehingga linknya bisa kita cantumkan pada meta link pada metadata HTML. Ada beberapa elemen pada meta link tersebut, seperti:

  • Media, mengenai media pada laman HTML. Pada umumnya bisa untuk all screen, print, komputer dan tablet.
  • Sizes, untuk mengatur ukuran berkaitan dengan gambar, logo maupun font .
  • Href, untuk memberi keterangan terkait lokasi file maupun resource dari file tersebut
  • Type, untuk mendeskripsikan mengenai jenis file dan hal ini berkaitan dengan file css yaitu “text/css”
  • Rel, untuk mengetahui tipe nilai link atribut yaitu file css, icon, maupun author.

d. Base

Base digunakan menentukan URL (Uniform Resource Locator) dasar dokumen. Umumnya, base tidak boleh lebih dari satu elemen base hanya terdiri dari satu tag dalam setiap halaman html. Ada dua elemen yang harus ada atau salah satu keduanya, yaitu :

  • Href, menentukan URL dasar
  • Target, menentukan konteks jelajah dokumen yang akan di-link. Biasanya berupa: value: _blank | _parent | _self | _top | nama frame

e. Style 

Salah satu metadata HTML untuk mengatur container css. Selain itu, mengatur halaman yang akan tampil pada laman HTML dan terletak di dalam tag body maupun head.

4. Metadata SEO

Dalam SEO (Search Engine Optimization), membuat konten website salah satunya dengan memerhatikan penulisan isi konten. Ada beberapa meta information di dalamnya, antara lain:

a. Permalink (Slug)  

Salah satu contoh dalam penulisan konten SEO friendly adalah penggunaan permalink. Hal ini bertujuan dalam mempermudah pengguna untuk melakukan pencarian konten. Pemilihan permalink juga harus Anda perhatikan, gunakan permalink yang terdiri dari 2 hingga 5 kata, jangan terlalu panjang dan pendek. Selain itu, perhatikan pemilihan kata karena dapat mempengaruhi traffic website tersebut.

b. H1 / Headline

H1 merupakan meta informasi dalam penggunaan judul di dalam konten. Judul harus memuat apa yang ada di dalam isi konten tersebut. Pemilihan judul juga harus selaras dengan isi konten.

c. Title 

Title ini merupakan judul yang akan muncul pada page mesin pencari atau google. Pemilihan judul ini penting untuk menarik pembaca agar membaca isi konten. Biasanya, kalimatnya lebih praktis dan bersifat persuasif kepada pembaca. Jumlah kata harus menggunakan kalimat maksimal terdiri dari 450 pixels. Berbeda dengan H1, title ini adalah bagian paling berpengaruh terhadap mesin pencari serta akan muncul pada laman pencarian (google).

d. Deskripsi

Kalimat tidak boleh lebih dari 750 pixels. Fungsi deskripsi yaitu memberikan informasi, khususnya pembaca mampu untuk mengetahui sebagian besar isi dari konten tersebut.

e. Outline 

Penulis harus bisa menempatkan kerangka kalimat yang tepat terdiri dari mulai H1 hingga umumnya sampai H5 pada isi konten. Penulisannya harus juga berurutan, mulai dari H1, H2, dan seterusnya.

f. Keyword 

Terakhir, penulis juga harus memperhatikan kata kunci. Umumnya, ada satu kata kunci utama yang terdiri dari 4 sampai 5 kata kunci pendukung di dalamnya. Penggunaannya juga perlu diperhatikan dalam penempatan di dalam konten. Jangan gunakan kata kunci berlebihan karena dapat menyebabkan konten tidak SEO friendly. Gunakan kata kunci secukupnya serta perhatikan panjang dari konten tersebut, dengan melakukan riset untuk mengetahui tren topik saat itu.

Baca juga :
Optimasi SEO dengan Memaksimalkan Riset Keyword
WordPress Developer: Kenali, Pekerjaan, Skill, dan Gaji
Mengenal Apa itu Web Scraping dan Cara Melakukannya

Jenis Metadata 

Terdapat beberapa jenis yang salah satunya yaitu berasal dari metadata HTML. Setiap jenisnya mempunyai kategori berbeda, seperti:

1. Metadata Deskriptif 

Salah satu jenis metadata adalah mampu mengidentifikasikan serta memberikan deskripsi dari sumber informasi yang didapatkan. Jenis ini berperan sebagai pengolahan data serta penyeleksian sumber data. Jenis data ini, biasanya dapat kita temukan seperti pada pengarang, keyword digunakan dalam isi konten website, tahun terbit, serta lain sebagainnya dapat berupa informasi untuk mempermudahkan pengguna. 

2. Metadata Struktural 

Salah satu jenis data yang mengidentifikasikan posisi yang akan kita kunjungi, terlebih jika menggunakan metadata HTML maupun objek digital. Informasi data terdapat pada beberapa halaman ataupun section, namun adanya struktural dapat memudahkan kita ketika hendak mengunjungi laman section tersebut sehingga halaman yang akan kita tuju akan langsung bisa kita baca ataupun kunjungi. 

Di samping itu, terdapat pula beberapa contoh metadata jenis struktural yang terletak pada daftar lagu di CD atau daftar isi buku. Biasanya terdiri dari tabel dan kolom dalam database. Hal ini membantu dalam explorasi resource yang menggunakan indeks serta hubungan lain dalam urutan file.

3. Metadata Administrasi 

Jenis selanjutnya merupakan salah satu jenis yang bisa mengatur siapapun yang akan mengakses file kita. Selain itu, metadata ini disebut juga sebagai right management dan preservasi. Umumnya, jenis ini mengatur pengelolaan serta pengaturan pada informasi data yang diperoleh. 

Right management adalah contoh metadata sebagai pemberi informasi mengenai intelektual maupun lisensi atau hak cipta, sedangkan preservasi merupakan contoh metadata sebagai pendukung adanya sumber informasi pengarsipan untuk pelestarian. Metadata ini juga dapat diimplementasikan pada komputer, seperti ukuran monitor, model, cahaya, kebutuhan daya, serta resolusi warna.

Manfaat Metadata Dalam Bisnis

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak lepas dari adanya informasi maupun data. Salah satu pentingnya metadata adalah untuk mengidentifikasikan beberapa informasi penting. Terlebih dalam sebuah perusahaan, membutuhkan banyak informasi penting untuk bisa mengidentifikasi secara tepat. 

Fungsi Metadata
Manfaat metadata dalam bisnis © Unsplash

Perusahaan juga membutuhkan sortir data untuk mencapai tujuan bisnisnya. Pertama dari melakukan riset pasar yaitu metodologi untuk mendapatkan target konsumen maupun klien sehingga adanya tag dapat membantu proses bisnis perusahaan hingga mencapai sebuah tujuan dari bisnis terlebih lagi di era digitalisasi yang keberadaanya juga sangat penting dalam berbagai bidang.

Selain itu, metadata adalah bagian pengendali dari ERM dan CRM dalam suatu perusahaan. ERP sendiri merupakan Enterprise Resource Planning yaitu proses untuk mengendalikan perusahaan terkait dengan semua aspek yang ada pada internal perusahaan. Sedangkan CRM atau Customer Relationship Management berfungsi sebagai sistem pengendalian atas konsumen atau klien yang terhubung dengan perusahaan dengan tujuan untuk membentuk data dari pelanggan atau klien.

Kesimpulan 

Metadata adalah penjelasan mengenai informasi terstruktur yang memuat deskripsi, penjelasan, maupun informasi yang dapat digunakan kembali, dikelola maupun digunakan lebih detail mengenai data. Ada beberapa jenis yang dapat diidentifikasikan, seperti struktural, deskriptif serta administrasi. Penggunaannya sangat penting terutama bagi Anda yang bergerak sebagai pelaku bisnis sebuah perusahaan, terlebih di dalam era digitalisasi saat ini keberadaannya juga sangat penting dalam berbagai bidang.

Sekawan Studio menyediakan jasa pembuatan website profesional untuk membantu tingkatkan konversi bisnis Anda.

Bagikan:

Tampilkan lebih banyak rekomendasi topik.

Dapatkan informasi dan notifikasi update artikel terbaru dari kami, untuk menambah pengetahuan seputar dunia teknologi.

Anda mungkin juga menyukai.

Mulai Proyek!

Tentukan paket pilihan sesuai dengan bisnis Anda.

Informasi Personal

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.

Hubungi Kami.

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Ingin bergabung dengan program kami?

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.