Kemampuan Teknis Hard Skill dalam Bidang Pekerjaan.

hard skill adalah kemampuan teknis yang dimiliki oleh individu sesuai dengan pekerjaan mereka. Hardskill sebagai kegiatan praktikal dan teknikal merupakan kemampuan yang dapat diajarkan. Selain itu, hard skill adalah kemampuan yang dapat diukur dan dinilai oleh pihak lain
gambar hard skill
Table of Contents

Dalam seminar-seminar tentang optimasi diri seorang fresh graduate, istilah hardskill pasti tidak asing lagi untuk didengar. Hard skill adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap orang. Dalam meraih atau memilikinya, hardskill dapat diperoleh dan dipelajari dimanapun tempatnya. Pendidikan tidak dapat dijadikan tolak ukur hardskill manusia. Dalam beberapa fenomena peristiwa, terkadang orang yang tidak menempuh pendidikan juga dapat memiliki hardskill setara dengan orang yang menempuh pendidikan. 

Dengan berkembangnya teknologi digital dan media informasi, berbagai macam hardskill dapat dipelajari dengan mudah. Semakin banyak hardskill yang dimiliki, hal ini tentu dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalitas individu. Sebagai fresh graduate kompetensi hardskill pasti menjadi tolak ukur utama perusahaan dalam memutuskan untuk menerima calon karyawan.

Lantas apa itu hard skill? Apa perbedaan hard skill dan soft skill? Dan apa saja contoh hard skill? Dalam artikel berikut akan membahas beberapa hal menarik dari hardskill. Oleh sebab itu, mari baca dengan seksama. 

Apa Itu Hard Skill?

Hard Skill adalah Kompetensi Keahlian yang dimiliki oleh individu. Secara umum, seorang individu memperoleh hardskill dari usaha mempeajari dan memahami segala teori dan praktik keahlian. Setiap individu membutuhkan hardskill untuk bertahan hidup. Tidak hanya persoalan, teknis dalam lapangan pekerjaan, hardskill juga mencakup pada keahlian yang dimiliki oleh setiap pada individu pada ruang lingkup kehidupan sehari-hari. 

Lebih lanjut, dalam dunia kerja, hard skill adalah kemampuan teknis yang dimiliki oleh individu sesuai dengan pekerjaan mereka. Hardskill sebagai kegiatan praktikal dan teknikal merupakan kemampuan yang dapat diajarkan. Selain itu, hard skill adalah kemampuan yang dapat diukur dan dinilai oleh pihak lain. 

Hardskill dapat diperoleh dari pembelajaran di ruang-ruang kelas, seminar online, tutorial youtube, buku, dan latihan kerja. Dalam pemanfaatan dan pembelajarannya, untuk mengimplementasikan hardskill, umumnya dibutuhkan berbagai alat pendukung karena hal berkaitan penuh dengan keadaan nyata. Alat pendukung tersebut diantaranya seperti peralatan, aplikasi, bahan-bahan, dll. Memasak, membaca, menulis, dan menggambar adalah bagian dari hardskill dasar manusia yang didapatkan melalui sekolah di usia dini. 

Keempat hardskill diatas juga dapat menjadi contoh, bahwa tidak semua manusia mendapatkan empat hardskill dasar tersebut di sekolah. Terdapat banyak individu atau manusia mendapatkan keilmuan tentang berbagai hardskill dari pengalaman kehidupan serta pembelajaran yang ia dapat dari lingkungan sekitar mereka, seperti masyarakat, budaya, dan keluarga. 

Dalam dunia kerja, hardskill berjalan berdampingan soft skill. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi. Beberapa perusahaan saat ini bahkan menyebutkan bahwa soft skill lebih diutamakan daripada hardskill. Lantas apa itu soft skill? Dan apa perbedaan hard skill dengan soft skill?

Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill

Secara harfiah, perbedaan hard skill dan soft skill terletak pada arti katanya. Hard skill adalah kemampuan yang nampak dan dapat diukur atau dinilai oleh individu lain. Sedangkan, soft skill adalah kemampuan individu yang tidak nampak dan sulit diukur secara pasti oleh individu lain. Lebih lanjut, hard skill adalah kemampuan teknis atau praktik yang tidak dimiliki oleh manusia semenjak kelahirannya. Untuk memiliki kemampuan tersebut, manusia harus belajar memahami dan menerapkannya. 

Sedangkan, soft skill adalah kemampuan spesifik yang didapatkan dan dimiliki oleh manusia semenjak kelahirannya. Soft skill ada dalam diri setiap individu. Hal ini identik dengan perilaku, sifat, kebiasaan, mental psikologis, dan pola pikir yang terbentuk dengan sendirinya berdasarkan latar belakang faktor kelahiran setiap individu yang berbeda-beda. Namun, bukan berarti soft skill tidak dapat dipelajari atau tidak dapat dipahami, soft skill dapat juga dikembangkan dan dipelajari. 

Dalam praktiknya, soft skill dapat menunjang kemampuan individu untuk mempelajari dan menerapkan hardskill dalam dunia kerja. Individu dengan soft skill baik cenderung memiliki hardskill yang baik pula. Contoh dari soft skill adalah sifat disiplin, kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, kejujuran, dsb. 

Contoh Hard skill

Pemahaman akan contoh hard skill umumnya dikategorikan sesuai dengan bidang kerja. Namun, pada artikel ini, kami akan coba mengkategorikan contoh hard skill dalam enam kelompok hardskill. Berikut contoh hard skill adalah:

1. Skill Teknikal

Gambar Hard Skill Cad

Hardskill teknikal adalah kemampuan teknis dan praktik yang identik dengan keilmuan teknik pada bidang permesinan (engineering), konstruksi, ilmiah (sains), peraktiran (manufacturing), dll. Lebih detail berbagai contoh hard skill dalam bidang teknikal ini adalah:

  • CAD (Computer Aided Design)
  • Lean manufacturing 
  • Multivariate analysis
  • Linear regression
  • Prototyping
  • Workflow development
  • STEM skills
  • Payment processing 
  • Automated Billing Systems
  • CRM Platforms
  • Research
  • Troubleshooting

2. Skill Komputer

Gambar Hard Skill Permrograman Komputer

Dalam dunia digital, hardskill tentang komputer marak dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Skill Komputer dalam hal ini identik dengan kemampuan penggunaan berbagai aplikasi (perangkat lunak) dalam komputer dan pemahaman umum akan perangkat keras (perangkat keras). Berikut contoh hard skill dalam bidang komputer adalah:

  • MS Office:
    • Word
    • Excel
    • Outlook
    • Powerpoint
    • OneNote
    • Access
  • Google Drive
  • Spreadsheets
  • Email
  • Presentations/Slideshows
  • Database Management
  • Quickbooks
  • Social media
  • Web
  • Typing
  • Graphics
  • Enterprise systems
  • WPM (Word per Minute type)

Selain penggunaan aplikasi dasar seperti diatas, skill komputer juga mencakup skill dalam bidang pemrograman komputer, seperti:

3. Skill Analitik

Gambar Hard Skill Analitik

Tidak hanya skill komputer yang identik dengan kemampuan penggunaan software, saat ini skill analitik data juga gencar dicari oleh banyak perusahaan digital. Berikut contoh hard skill dalam bidang analitik adalah:

  • Research
  • Forecasting
  • Data mining
  • Data presentation
  • Resource management
  • Data engineering
  • Database management
  • Data and metrics interpreting
  • Reporting
  • Diagnostics
  • Creativity 
  • Data Theorizing

4. Skill Pemasaran/Marketing

Gambar Hard Skill Marketing

Teknis pemasaran tidak akan pernah mati dimakan oleh waktu. Oleh sebab itu, ilmu dan skill marketing sangat gencar dan banyak diperlukan oleh berbagai bidang perusahaan. Berikut contoh hard skill dalam bidang pemasaran atau marketing adalah:

5. Skill Presentasi Audio Visual

Gambar Hard Skill Presentasi Visual Design Grafis

Hardskill yang tatkala pentingnya dalam penurunan skill komputer adalah hardskill dalam mempresentasikan karya audio visual. Berikut contoh hard skill dalam bidang presentasi audio visual adalah:

Baca juga :
Data Science: Ilmu Baru Dalam Dunia Digital
Pengertian Storyboard dan Cara Membuatnya untuk Video Marketing
Apa itu Branding, Jenis dan Pentingnya dalam Bisnis

6. Skill Management

Gambar Hard Skill Manajemen

Sama halnya dengan marketing, skill manajemen juga tidak akan pernah lekang oleh waktu. Setiap perusahaan dalam berbagai bidang memerlukan skill manajemen. Berikut contoh hard skill dalam bidang manajemen adalah:

Baca juga :
Mengenal Profesi Business Intelligence dan Perannya di Dunia Bisnis

Kesimpulan

Hardskill sebagai kegiatan praktikal dan teknikal merupakan kemampuan yang dapat diajarkan. Selain itu, hard skill adalah kemampuan yang dapat diukur dan dinilai oleh pihak lain. Hardskill dapat diperoleh dari pembelajaran di ruang-ruang kelas, seminar online, tutorial youtube, buku, dan latihan kerja. 

Dalam pemanfaatan dan pembelajarannya, untuk mengimplementasikan hardskill, umumnya dibutuhkan berbagai alat pendukung karena hal berkaitan penuh dengan keadaan nyata. Hardskill berbeda dengan soft skill. Perbedaan hard skill dan soft skill terletak pada bentuk kemampuan yang berbeda. 

Hard skill adalah kemampuan teknikal praktik yang harus dipelajari dan dapat dinilai. Sedangkan, soft skill adalah kemampuan non teknikal yang tak nampak secara fisik namun berkaitan erat dengan kualitas sebuah individu. Soft skill adalah kemampuan individu yang timbul dan dimiliki semenjak individu tersebut dilahirkan.  

Sekawan Studio menyediakan paket jasa pembuatan website profesional dan UMKM untuk membantu meningkatkan visibilitas situs di Google

Bagikan:

Tampilkan lebih banyak rekomendasi topik.

Dapatkan informasi dan notifikasi update artikel terbaru dari kami, untuk menambah pengetahuan seputar dunia teknologi.

Anda mungkin juga menyukai.

Mulai Proyek!

Tentukan paket pilihan sesuai dengan bisnis Anda.

Informasi Personal

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.

Hubungi Kami.

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Ingin bergabung dengan program kami?

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.