Belanja Makin Mudah Pakai E-payment.

Kemunculan e-payment meningkatkan efisiensi pembayaran secara drastis dengan menghemat biaya transaksi dan memperbolehkan perdagangan barang dan jasa dengan nilai yang sangat rendah. Terlebih, dengan e-payment dapat meningkatkan kenyamanan dari pembayaran karena dapat dilakukan secara cepat dan praktis dengan menggunakan berbagai macam alat yang terhubung dengan jaringan global.
e-payment
Table of Contents

Pembayaran merupakan sebuah sistem pemindahan sejumlah uang dari pembayar ke penerima. Pembayaran pada umumnya dilakukan ketika berbelanja, pembeli akan membayarkan sejumlah uang sesuai dengan barang yang dibeli kepada penjual. Kini, pembayaran dapat dilakukan secara online tanpa menggunakan uang tunai. Pada awal kemunculannya e-payment dianggap pembayaran yang beresiko dan tidak aman. Namun, seiring berjalannya waktu, e-payment telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan gaya hidup online. Pada pembayaran elektronik, uang akan disimpan, diproses dan diterima dalam bentuk informasi digital dan proses pemindahannya melalui inisialisasi alat pembayaran elektronik. Sedangkan pada pembayaran tradisional, pembayaran dilakukan melalui uang tunai, cek hingga kartu kredit. Sementara pembayaran online menggunakan software tertentu, kartu pembayaran dan uang elektronik (e-money). 

Pembayaran elektronik bukanlah suatu hal yang baru, pada tahun 1970-an telah muncul sistem EFT (Electronics Fund Transfer) yang merupakan pembayaran dengan sistem perpindahan uang antara institusi finansial melalui jaringan telekomunikasi. Mesin ATM juga telah ada sejak tahun 1980-an yang menggunakan jaringan komputer untuk proses transaksinya.

Definisi E-payment

E-payment atau electronic payment adalah metode pembayaran yang memberikan kemudahan dan kenyamanan pada penggunanya dalam melakukan transaksi pembayaran. Pengguna hanya tinggal melakukan pembayaran dengan memanfaatkan internet secara online tanpa harus bertemu dengan penjual. E-payment merupakan perwakilan dari seluruh pembayaran non-tunai dimana pelaku bisnis pembeli dan penjual harus memiliki akun tabungan online

E-payment saat ini banyak digunakan untuk metode pembayaran online shop dan e-commerce. Semakin  berkembangnya internet e-payment menjadi solusi cerdas untuk menggantikan sistem pembayaran tradisional. Beberapa sistem pembayaran elektronik yakni ATM, e-money, internet banking, kartu kredit, debit, mobile payment hingga mobile banking. Masing – masing tipe pembayaran mempunyai proses transaksi yang berbeda – beda. Proses pembayaran online adalah pembelian barang atau jasa melalui internet yang biasanya menggunakan kartu kredit. Transaksi finansial diproses secara elektronik dalam waktu real time. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Bank Indonesia (BI), nilai transaksi dengan uang elektonik pada bulan Agustus 2021 mencapai Rp 24,75 triliun. Jumlah tersebut meningkat cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 17,23 triliun. 

Sejarah E-payment di Indonesia

Berdasarkan artikel “a Study Electronic Payment System” oleh Marwah Neem dkk menjelaskan bahwa e-payment merupakan tren yang berawal dari meluasnya pemanfaatan kartu kredit pada tahun 1980 dan 1990-an. Pada periode tersebut kartu kredit berkembang menjadi sistem pembayaran secara elektronik. Hal ini juga sejalan dengan berkembangnya komputer yang makin lama digunakan oleh masyarakat umum. Pembayaran online pertama terjadi di Pizza Hut pada tahun 1994. Sedangkan penggunaan pembayaran dengan kartu diawali pada tahun 1980-an yang menjadi alternatif pembayaran tunai.

Di abad ke-21, e-payment menjadi sebuah tren nyata semenjak berbagai bank mulai menawarkan fasilitas m-bangking atau e-banking. Pada awal perkembangannya m-banking hanya dapat dilakukan menggunakan komputer dengan mengisi alamat tujuan. Namun, kini m-banking telah dapat diakses menggunakan handphone. Bank menjadi salah satu pihak penggerak yang terus berinovasi untuk menghadirkan uang elektronik atau e-money yang berbentuk kartu dilengkapi dengan cip.

Selain itu, terdapat pula e-money berbasis server. Kemunculannya diawali dari perusahaan fintech yang membuat e-money dapat diakses menggunakan aplikasi dan tidak perlu menggunakan kartu. Data saldo dan uang yang tersimpan di server akan terjamin keamanannya. Bentuknya yang mirip dengan dompet maka disebut juga dengan e-wallet. Hingga kini perkembangan e-payment masih terus dilakukan untuk kemudahan dalam bertransaksi.

Baca Juga:
Software Engineer: Profesi Masa Depan yang Menjanjikan
Tertarik Untuk Memulai Bisnis Startup? Begini Caranya!

Manfaat E-payment

1. Menjangkau lebih banyak konsumen

Faktanya semakin banyak konsumen yang berbelanja secara online. Berdasarkan Facebook dan Bain & Company menyebut populasi konsumen digital di Indonesia diprediksi tumbuh sekitar 15 persen, dari 144 juta pada 2020 menjadi 165 juta pada tahun ini. Menurut laporan yang sama, belanja online diprediksi tumbuh 3,7 kali lipat dari 2017 hingga 2025, dengan nilai transaksi dari 13,1 miliar dolar AS menjadi 48,3 miliar dolar AS. 

2. Menjual lebih banyak

Manfaat berikutnya menggunakan e payment adalah menjual lebih banyak barang. Penjualan yang meningkat berarti keuntungan lebih besar. Menurut data Badan Pusat Statistik 2020, dalam e-commerce jenis barang yang paling banyak terjual adalah makanan, minuman, dan bahan makanan. Di posisi kedua terdapat barang-barang fesyen. Sektor-sektor ini tentu dapat Anda pertimbangkan jika baru hendak memulai usaha.

3. Meningkatkan loyalitas konsumen

E payment adalah salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas konsumen. Tentu sebagai pebisnis kita ingin memiliki basis konsumen yang loyal, dalam arti terus kembali untuk membeli produk. Konsumen yang loyal juga cenderung akan mempromosikan barang/jasa kita ke lingkarannya-sebuah strategi yang dikenal dengan “word of mouth marketing”. 

Sebuah riset yang dipublikasikan di Jurnal Ilmu Administrasi menemukan beragamnya metode pembayaran adalah satu dari lima faktor dominan yang diduga memengaruhi loyalitas responden terhadap e-commerce tertentu.

4. Lebih aman

Manfaat keempat dari e payment adalah jaminan keamanan. Tentu tak diragukan lagi bahwa pihak mana pun yang menyediakan platform untuk pembayaran digital akan membangun sistem keamanan sedemikian rupa dengan tujuan agar uang pengguna, baik pembeli atau penjual, tidak dapat diambil pihak yang tidak bertanggung jawab. Sistem keamanan paling minimal tentu saja menyediakan password, di mana siapa pun yang hendak mengaksesnya harus mengisi kata kunci yang semestinya hanya diketahui pemilik. 

5. Meningkatkan produktivitas

Bagi pebisnis, menyediakan layanan e payment pada dasarnya adalah sedang mengotomatiskan proses pembayaran. Setiap otomatisasi berarti adalah efisiensi. Dengan demikian, fungsi e payment adalah menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat digunakan untuk hal lain. 

Jenis-jenis E-payment

1. Transfer Bank

metode transfer bank dapat diterapkan dengan berbagai cara. Mulai dari yang paling manual dengan memanfaatkan mesin ATM, atau internet banking dan mobile banking hanya dengan bermodalkan perangkat smartphone. Pada dasarnya, transfer bank merupakan metode lama yang masih diminati hingga saat ini. Bukan tanpa alasan, mengingat cara ini juga praktis, aman, dan tentunya mudah untuk dilakukan.

2. E-wallet

Pada beberapa platform e-commerce dan toko offline telah menyediakan sistem pembayaran melalui dompet digital sebagai salah satu sarana transaksi. Meski begitu, online payment via e-wallet masih memiliki beberapa keterbatasan, terutama karena hanya dapat dilakukan pada merchant tertentu yang sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan penyedia dompet digital. Akan tetapi, tampaknya e-wallet memiliki prospek cerah.

3. Kartu Kredit

Online payment menggunakan kartu kredit bisa dikatakan aman, sebab penerbit credit card telah membekalinya dengan proteksi ekstra, seperti Fraud Guard, On-Us Routing, dan Dynamics 3DS. Selain itu, kartu kredit juga dapat digunakan bertransaksi, baik di dalam atau luar negeri.

4. Rekening Bersama / Rekber

Cara kerja rekening bersama adalah dengan melibatkan pihak ketiga yang bertugas menahan dana transaksi hingga kegiatan jual beli selesai dilakukan. Dengan kata lain, pembeli telah menerima barang pesanan secara utuh. Setelah pembeli konfirmasi, barulah dana diteruskan ke penjual. Kenali apa saja kelebihan serta kekurangan Rekber.

5. PayPal

Sarana pembayaran digital populer ini memungkinkan pengguna membuat akun pada platform PayPal yang terhubung ke rekening giro atau kartu kredit pelanggan. Salah satu keunggulan PayPal adalah karena mempunyai jaringan kuat dan melayani transaksi keuangan dalam lingkup global.Pemilik akun PayPal dapat melakukan belanja online luar negeri atau transaksi lintas negara. Selain itu, layanan pembayaran digital ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan cukup baik, sehingga wajar apabila dijadikan pilihan transaksi online oleh banyak pihak.

6. Kredit Tanpa Kartu

Istilah kredit tanpa kartu juga dikenal dengan sebutan Pay Later yakni pelanggan dapat membeli sekarang dan membayar kemudian. Jadi, pengguna layanan digital ini dapat melakukan transaksi atau belanja online secara mencicil (kredit). Transaksi akan diproses setelah pengguna melakukan verifikasi. Pengguna hanya perlu memasukkan PIN sesuai yang sudah didaftarkan pada aplikasi. Di era digital sekarang, cicilan tanpa kartu kredit bisa menjadi cara memenuhi kebutuhan finansial saat darurat. Jadi, apabila pengguna membutuhkan sebuah produk tertentu tapi kebetulan tidak memiliki anggaran cukup untuk membelinya, maka bisa memilih transaksi dengan kredit tanpa kartu. Akan tetapi, nominal yang dapat digunakan umumnya tidak begitu besar.

7. Ritel Tunai

Istilah ini merujuk pada pembayaran yang dilakukan menggunakan uang tunai (cash) di toko ritel, seperti minimarket dan supermarket. Namun, toko ritel juga biasanya menerima pembayaran non-tunai dengan kartu dan e-wallet.

8. Direct Debit

Debit langsung merupakan sebuah metode pembayaran elektronik yang memungkinkan bank dari pengguna direct debit untuk melakukan penarikan dana dalam jumlah tertentu secara otomatis. Ketika nasabah bertransaksi, bank akan menarik saldo dari rekening yang didaftarkan pengguna.

9. QR Code

Metode pembayaran dengan QR Code juga semakin dikenal dewasa ini karena dinilai lebih praktis. Menurut Otorita Jasa Keuangan atau OJK, QR Code merupakan kode matriks dua dimensi, yang diciptakan untuk membuat kamera digital mampu membaca informasi dari kode tertera. Untuk melakukan online payment dengan QR Code hanya membutuhkan perangkat ponsel pintar serta koneksi internet. Sedangkan sumber dana untuk transaksi Kode QR antara lain adalah, simpanan maupun instrumen pembayaran lain, berupa kartu kredit, debit, atau e-money.

Kesimpulan 

Kemunculan e-payment semakin mempermudah sistem pembayaran karena bisa dilakukan dengan berbagai cara tanpa menggunakan uang tunai. Pembayaran elektronik ini dapat digunakan baik di toko online maupun di toko offline. Mayoritas penjual saat ini telah menyediakan metode pembayaran elektronik. Kemudahan dan efisiensi menjadi alasan utama maraknya e-payment digemari masyarakat. Kini, pemakaian uang tunai mulai tergeser dengan hadirnya e-payment.

Sekawan Studio menawarkan paket jasa pembuatan website untuk membantu tingkatkan kredibilitas bisnis Anda melalui online marketing channel.

Bagikan:

Tampilkan lebih banyak rekomendasi topik.

Dapatkan informasi dan notifikasi update artikel terbaru dari kami, untuk menambah pengetahuan seputar dunia teknologi.

Anda mungkin juga menyukai.

Mulai Proyek!

Tentukan paket pilihan sesuai dengan bisnis Anda.

Informasi Personal

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.

Hubungi Kami.

Jl. Maninjau Raya No. 44, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65139

Ingin bergabung dengan program kami?

Daftarkan diri gratis dan dapatkan keuntungan dari program kami.